
Jika suatu saat teman-teman atau saudara yang lain mendapatkan ujian yang sama sepertiku, janganlah kalian langsung berburuk sangka pada Allah tetapi kita harus bersyukur karena kalian sudah dipilih oleh-Nya sebagai orang yang dipercaya mampu menghadapi ujian itu, tetaplah bersabar dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari kesembuhan itu
DATA
DIRI
Nama :
Abdurrahman Haidar Wibowo.
TTL :
Demak, 23 April 1998.
Sekolah : SMPIT Harapan
Bunda Semarang.
Alamat : Perumnas
Pucang Gading Jl.Pucang Santoso Barat IV/2, Semarang , 59567
No Telp :
085713221850
Hobby : Memancing,
Baca Novel Fiksi Petualangan.
Nama Ayah : Akhmad Eko
Wibowo.
Nama Ibu : Tri Lestari.
PENGALAMANKU
Assalamualaikum Wr.Wb
Bumi Pucang Gading, hari Kamis, tanggal 13 Februari 2014, naskah ini aku tulis dalam rangka mengikuti lomba menulis pengalaman pribadi yang diadakan oleh Yayasan Yasmia.
Kenalin nih namaku Abdurrrahman Haidar Wibowo, sekarang aku bersekolah di SMPIT Harapan Bunda dan sekarang duduk dikelas IX. Aku mau cerita nih pengalamanku sebagai salah satu penderita Leukimia Limfosit Akut (LLA). Kalau diinggriskan sih jadi Akut limfosit Leukimi (ALL), penyakit ini termasuk jenis kanker yang menyerang sumsum tulang belakang sebagai pabrik sel darah merah (wih serem ya?) Pertama kali aku terdeteksi terkena penyakit Leukimi ini tepatnya pada bulan Oktober 2011. Waktu itu saat bulan September dan masih sekolah di SMIT Bina Amal Boarding School awal kelas VIII, tiba-tiba saja aku merasa kurang sehat karena kepalaku tengeng, tetapi waktu itu aku hanya anggap sepele karena memang hanya sedikit sakitnya. Bahkan waktu itu karena bertepatan dengan hari Minggu aku masih sempat mengikuti kegiatan senam di sana, bahkan aku masih sempat bermain dengan teman-temanku di Bina Amal.
Keadaan mulai berbeda saat waktu menjelang maghrib, tubuhku tiba-tiba sudah lemas di kasur dan tidak bisa melakukan apa-apa, dengan tubuh dipenuhi bintik-bintik merah guruku menduga kalau aku terkena penyakit Demam Berdarah. Pada waktu itu pula guruku menelfon orang tuaku untuk menjemput pulang, sigap saja orang tuaku menjemput karena selama ini aku tidak pernah mengeluh sakit sampai minta dijemput, setelah dijemput dan tinggal di rumah mulailah tubuh ku semakin lemas mulai dari mimisan yang susahnya buat berhenti, badan mulai menghitam dan masih banyak lagi.
Setelah beberapa hari dirawat dirumah, orang tuaku mulai cemas dan segera saja membawaku ke RSUD Ketileng, disana aku dimasukan lewat jalur IGD dan mendapat tindakan pengambilan sample darah rutin (jujur waktu itu pertama kalinya aku dipasang jarum macam infus) dan kebetulan aku paling takut dengan yang namanya rumah sakit dan jarum he he he. Satu jam kemudian hasil cek darahku keluar dan hasilnya pun sangat tidak memuaskan, hampir semua struktur darahku habis dan segera saja dilakukan tranfusi darah sebanyak 10 kantong trombosit dan 3 kantong hemoglobin, saat itu aku dipindahkan ke dalam ruang ICU. Satu jam setelah proses tranfusi selesai aku kembali melakukan cek darah, dan hasilnya darahku bukannya naik malah semakin habis. Keesokan harinya dokter anak yang merawatku mulai curiga kalau ada yang tidak beres di dalam struktur darahku. Sore harinya langsung saja aku di rujuk ke RSUP dr Kariadi. Disitulah aku dirawat selama 1 bulan tanpa adanya tindakan medis, selama itu aku hanya diberi tranfusi untuk memperbaiki kondisiku, dalam waktu sebulan itu aku menghabiskan trombosit dan hemoglobin sebanyak 138 kantong. Tetapi selama itu pula kondisiku tidak bisa membaik, akhirnya dokter mengambil tindakan dengan penuh resiko untuk melakukan biopsi walaupun kondisiku tidak memenuhi syarat untuk melakukan biopsi. Dua hari kemudian hasil biopsi keluar dan tak di sangka-sangka ternyata aku positif mengidap penyakit ALL. Mulai saat itulah awal perjuanganku memerangi penyakit kanker darah tersebut dengan pengobatan yang sangat menyakitkan yaitu Kemotyrapi. Kemotyrapi adalah jenis pengobatan yang bisa membunuh penyakitku serta dapat merusak jaringan-jaringan sel yang sehat dalam tubuhku, jadi intinya dia adalah kawan sekaligus lawan untuk ku. Perlakuan ini berjalan sangat panjang yaitu 2 tahun 3 bulan.
Dalam perjalanan lama itu tidak selalu berjalan lancar aku pernah dihadapkan dengan kondisi yang sangat mengerikan, yang paling parah dari semua kondisi itu adalah saat di awal bulan Januari 2012. Saat itu aku sedang menjalani kemotyrapi high dosis, ternyata waktu itu tubuhku tidak dapat menerima obat yang masuk waktu itu. Karena saking kuatnya efek obat yang dimasukan tersebut kulit tubuhku sampai menghitam, muntah darah, keluarnya sariawan satu mulut penuh bahkan sampai tenggorokan dan mukaku membengkak. Jika semisal waktu itu kalian melihatku mungkin kalian sudah tidak mengenaliku lagi dengan kondisi seperti itu. Karena kondisi tubuhku seperti itu akupun dimasukan ke ruang Isolasi selama 1 bulan. Kondisi tersebutlah yang paling susah untuk kulupakan sampai sekarang, bahkan sampai ada temanku yang menganggap kalau aku ini koma.
Setelah masa-masa kritis terlampaui di bulan Juli 2012 aku mulai ingin masuk sekolah lagi, tetapi tidak memungkinkan sekali untukku kembali ke sekolahku yang lama, karena sekolah itu berbasis asrama dan aku masih harus menjalani sisa-sisa pengobatanku. Akupun dipindahkan oleh orang tua ku ke sekolah SMPIT Harapan Bunda yang sampai saat ini masih menjadi sekolah ku. Namun karena waktu itu aku sudah tidak masuk 1 tahun akupun mengulang lagi di kelas VIII. Mulai disana lah temanku semakin banyak walaupun ada juga yang suka mengganggu seperti mendorong ataupun menjegalku, padahal waktu itu kakiku belum terlalu kuat untuk berjalan dan menopang tubuhku. Karena jadwal pengobatan rutinku yang memang harus dijalani sering sekali memaksaku untuk ijin tidak masuk sekolah dan tidak bisa mengikuti pelajaran olah raga dengan maksimal, karena keterbatasan kondisi kesehatanku. Disana banyak sekali dorongan semangat yang keluar dari teman-teman dan guru-guruku.
Tidak terasa 2 tahun 3 bulan masa pengobatan sudah aku lalui. Pada tanggal 17 Desember 2013 tibalah waktu dilaksanakanya biopsi evaluasi untuk mengetahui apakah pengobatanku selama ini sudah berhasil atau belum. Waktu itu aku banyak sekali meminta dukungan dari sanak saudara sampai seluruh teman dan guru. 2 hari kemudian hasil biopsi evaluasi keluar dan alhamdulillah aku dinyatakan sembuh dan terbebas dari Leukimia, tapi ujianku belum selesai sampai disini, ternyata efek dari kemotyrapi justru muncul setelah aku dinyatakan sembuh yaitu otot paha atasku melemah karena efek kemo tersebut yang menyebabkan aku belum bisa masuk sekolah lagi karena saat ini aku belum bisa berjalan. Untuk menyembuhkan penyakit otot (miopati) sampai saat ini aku masih menjalani pengobatan akupuntur. Aku tetap optimis pasti sembuh, mohon doanya ya teman-teman, sekian pengalaman dari ku. See you……
SARAN
Jika suatu saat teman-teman atau saudara yang lain mendapatkan ujian yang sama sepertiku, janganlah kalian langsung berburuk sangka pada Allah tetapi kita harus bersyukur karena kalian sudah dipilih oleh-Nya sebagai orang yang dipercaya mampu menghadapi ujian itu, tetaplah bersabar dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari kesembuhan itu. Hasil akhir hanya ada di tangan Allah SWT. Kita sebagai umatnya wajib berdo’a dan berusaha semaksimal mungkin karena jika kita menerima bisa berguna sebagai penghapus dosa. Ingat dibalik ujian pasti ada hikmahnya. MAN JADDA WAJADA “siapa yang bersungguh’sungguh pasti akan berhasil”
Sekian dari saya semoga pengalamanku diatas dapat memberi semangat pada teman-teman yang lain jika menghadapi ujian seperti saya atau mungkin yang lebih besar, janganlah kalian ragu terhadap kekuasaan dan keajaiban Allah SWT karena jika Ia menghendaki maka terjadilah.
SARAN
Jika suatu saat teman-teman atau saudara yang lain mendapatkan ujian yang sama sepertiku, janganlah kalian langsung berburuk sangka pada Allah tetapi kita harus bersyukur karena kalian sudah dipilih oleh-Nya sebagai orang yang dipercaya mampu menghadapi ujian itu, tetaplah bersabar dan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari kesembuhan itu. Hasil akhir hanya ada di tangan Allah SWT. Kita sebagai umatnya wajib berdo’a dan berusaha semaksimal mungkin karena jika kita menerima bisa berguna sebagai penghapus dosa. Ingat dibalik ujian pasti ada hikmahnya. MAN JADDA WAJADA “siapa yang bersungguh’sungguh pasti akan berhasil”
Sekian dari saya semoga pengalamanku diatas dapat memberi semangat pada teman-teman yang lain jika menghadapi ujian seperti saya atau mungkin yang lebih besar, janganlah kalian ragu terhadap kekuasaan dan keajaiban Allah SWT karena jika Ia menghendaki maka terjadilah.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Ini merupakan karya terakhir ananda Abdurrahman Haidar Wibowo yang
sudah dipanggil oleh pemilik-Nya, الله سُبْحَانَهُ وتَعَالَى pada hari Kamis, 6 Maret 2014, jam 21.45 di RSUP dr. Kariadi,
Semarang. Semoga bisa menjadi tambahan buat amal ibadahnya serta bisa
memberikan inspirasi buat kita semua.
Keyword Related :
melawan leukemia, perjuangan melawan leukimia, berjuang melawan leukemia, melawan penyakit leukimia, perjuangan melawan leukemia, melawan leukemia, melawan leukimia, perjuangan melawan leukimia, berjuang melawan leukemia, melawan penyakit leukimia, perjuangan melawan leukemia, melawan leukemia, melawan leukimia, perjuangan melawan leukimia, berjuang melawan leukemia, melawan penyakit leukimia, perjuangan melawan leukemia, berjuang melawan leukemia, melawan penyakit leukimia, perjuangan melawan leukimia, perjuangan melawan leukemia

